Profesionalisme Seorang Tailor Sejati

Usaha jahit menjahit lebih dikenal sebagai tailor karena menurut kamus John M Echols dan Hassan Shadily ( Inggris – Indonesia ) berarti tukang jahit atau penjahit. Padahal sebenarnya tailor bukan sekedar usaha jasa jahit menjahit saja, tetapi juga suatu usaha seni ketrampilan.

Dengan seni ketrampilan, seorang Master Tailor (bukan sekedar tailor) harus bisa membuat pakaian sedemikian rupa sehingga cocok dengan penampilan postur tubuh pemesan. Ia harus bisa membuat pakaian untuk orang berbadan gendut,punggung bongkok dan lain lain.

Seorang tailor harus pula bisa membuat sang pelanggan serasi dengan pakaian buatannya. Ketrampilan ini menyangkut metode memotong dan menjahit, sedangkan desain menyangkut bentuk jas.

Jadi seorang tailor adalah seorang desainer, tapi seorang desainer belum tentu adalah tailor, sebab desain biasanya diajukan oleh pelanggan berdasarkan contoh dari majalah sedangkan tailor tinggal mengerjakan menurut keinginan pemesan tadi.

Namun beberapa tailor yang sudah mencapai master atau pakar, biasanya tak mau begitu saja menuruti keinginan pemesannya kalau melihat desain tidak cocok dengan postur tubuhnya. Master tailor ini akan mengusulkan sesuatu untuk menyempurnakan desain pemesan agar cocok dengan postur tubuhnya.

Jika pemesan bersikeras memaksa keinginannya, master tailor yang berpegang teguh pada prinsip profesionalisme akan menolaknya, karena kalau diterima & hasilnya tidak cocok untuk dipakai pemesan tersebut maka akibatnya dapat menjatuhkan namanya sebagai tailor yang biasanya turun temurun,” kata Mr. Vincent Santoso (Owner Ventlee Groom Centre) yang pernah menolak pesanan seseorang yang ingin memaksakan kehendaknya.

Trackbacks and pingbacks

No trackback or pingback available for this article.

Leave a Reply